Zaman tahun 1998 kebawah (rezim Soeharto) pendapat tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu sangat miring dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat. Ya memang secara status sosial seorang PNS itu dihormati masyarakat, seolah-olah yang menjadi PNS adalah orang yang sangat pintar layaknya para pejabat negara ini. Namun, karena waktu itu kebanyakan PNS adalah Guru jadinya kena istilah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Seolah – olah seorang PNS itu diwajibkan mengabdi dan mengabdi tanpa mengharapkan Tanda Jasa. Mangkanya citra “Miskin” dan “Serba Kekurangan” sangat melekat pada tubuh seorang PNS. Banyak orang yang lebih memilih bekerja di Perusahaan swasta ataupun membuat usaha sendiri.
Tapi apa yang terjadi kini, Gaji PNS naik drastis dari tahun ke tahun, bahkan ada istilah Gaji ke-13 segala. Setiap tahun pasti mengalami kenaikan…. dampaknya…………? Para pembenci PNSpun mulai pindah haluan jadi pengen ikutan masuk PNS, Segala carapun dicoba dari mulai nyogok, cari bocoran soal ujian CPNS, dan sebagainya dan sebagainya. Sungguh sebuah situasi yang sangat kontras sekali, dulu “kelam” sekarang “bersinar”. Tapi itulah fenomenanya, setiap tahun ada ribuan bahkan ratusan ribu orang yang mendaftar dan mengikuti ujian CPNS dari berbagai bidang. Sebagai strateginya, pemerintahpun menyelenggarakan ujian masuk CPNS secara serempak pada sebuah tanggal seluruh Indonesia. Akhirnya, persainganpun sangat ketat walaupun sudah terbagi-bagi (karena testnya serempak) tapi tetap saja quota formasi PNS sangat sedikit, padahal setiap tahunnya ada ratusan ribu mahasiswa yang lulus perguruan tinggi (baik negeri ataupun swasta) formasi maksimum 10 kursi setiap bidang.
Menumpuk di DISNAKERTRANS, POLRES, PUSKESMAS, RUMAH SAKIT, dan instansi-instansi lainnya yang berhubungan dengan persyaratan pendaftaran CPNS sudah tidak asing lagi dijumpai setiap tahunnya. Berbondong-bondong para sarjana pencari kerja (usia 18-35 tahun) menyesaki tempat-tempat tersebut dan kantor pos. Bahkan langsung di instansi yang ditujunya (pengiriman berkas lamaran langsung). Bejubel, panas, keringat, ramai, gak bisa antri bahkan sempat di tahun 2007 pagar Kantor Pengadilan Tinggi Bandung jebol dirusak antrian pelamar, beberapa orang sempat ada yang pingsan kehabisan udara dan terinjak-injak oleh pelamar lainnya.
Coba kalau sempet kita tanyain sama mereka hal ini ; “Mas/mbak dulu pas kuliah pernah mimpi gak mau jadi PNS….?” pasti yang bukan lulusan ilmu pendidikan dan keguruan bakal ngejawab “Nggak….!”. Bahkan universitas Pendidikan aja sempet kalah pamor dengan Universitas yang non-pendidikan, jurusan keguruan dan pendidikan sempet sepi beberapa tahun ke belakang karena gak ada yang minat untuk jadi guru. Pengennya jadi pengusaha atau kerja di Bank….. Nah……? bagaimana ini…..?
hahaha. .
Gw buaaangeeet. .
Pengennya jd akuntan publik or kerja di bank supaya bs meniti karir di bidang perbankan n selanjutnya kerja di Bank Indonesia. .
Tapi berhubung ortu bersikeras bgt nyuruh ikut PNS. .Yo wiz manut ae. .heuheu. .
Ridha Allah ada pada ridha orang tua. .
siiip dah